Otomotif News

Media Otomotif Indonesia

Sebastian Vettel Komentari ‘pedas’ Invasi Rusia

Otomotifnews.com – Pembalap Aston Martin F1, Sebastian Vettel, tidak akan menahan diri dalam menyuarakan opini seputar invasi Rusia ke Ukraina. Ia yakin koleganya juga mengutuk serangan itu meski tak berkomentar ke publik.

Dikutip dari halaman motorsport.com Pilot Jerman tersebut merupakan yang pertama mengambil sikap terkait invasi Rusia. Pekan lalu, ia mengumumkan boikot F1 GP Rusia.

Sementara beberapa pembalap lain hanya mengungkapkan dukungan kepada Ukraina lewat akun media sosial. Formula 1 serta Federasi Otomotif Internasional (FIA) membatalkan balapan di Sochi, September nanti.

Bagi Vettel tak masalah seperti apa respons rekan-rekannya asalkan itu bisa membantu mengurangi derita penduduk Ukraina.

“Saya kira setiap orang punya sikap. Pertanyaannya apakah setiap orang selalu berani membagikan pandangannya,” ia menuturkan.

“Saya tidak malu dengan itu, selalu berlawanan. Saya kira ada topik-topik tertentu di mana Anda tidak bisa terus diam.

“Ada perasaan aneh ketika Anda meninggalkan tempat tidur, memulai hari dengan berita, untuk memotivasi diri Anda saat Anda juga mengetahui bahwa ada hal-hal lebih penting. Orang-orang tak bersalah meninggal. Anda tidak membayangkan situasinya.

“Saya kira ada pihak yang menang dalam hal ini. Sungguh mengejutkan dan saya kira konsekuensinya sangat jelas.”

Juara dunia F1 empat kali tersebut melanjutkan, “Sekarang semua sibuk dengan diri sendiri, tapi tentu saja isu ini lebih besar daripada lainnya. Saya yakin semua pembalap punya pendapat sama. Ada hal lain yang mengejutkan saya.

“Tapi tidak penting apakah kami berkomentar atau tidak. Yang penting adalah situasi mungkin akan santai, itu akan berakhir. Saya tidak berpikir siapa pun ingin bereskalasi lebih jauh dan berada di luar kendali, tapi itu tampak sangat sulit saat ini.”

Baca Juga !!!  All New Ertiga Hybrid Jadi Ikonik Elektrifikasi Suzuki Di IIMS 2023

F1 bisa dibilang punya koneksi dengan Rusia. Beberapa sponsor berasal dari negara tersebut. Bukan tak mungkin perang tersebut berdampak cukup dalam pada keuangan tim.

Sementara, pembalap dari Negeri Beruang Merah tetap punya kesempatan untuk tampil tanpa membawa nama Rusia. Jadi mereka balapan dengan bendera FIA.

Vettel mendorong F1 untuk mengesampingkan aspek bisnis dalam kondisi sekarang. Ini artinya, mereka mesti siap kehilangan sumber dana.

“Nilai dan moral seharusnya diutamakan. Bisnis tidak penting lagi dari sisi tersebut,” ia mengungkapkan.

“Jika orang-orang pergi berperang dan meninggal, saya tidak bisa membayangkannya. Saya ingin orang-orang duduk di sana dan belajar banyak dalam kelas sejarah serta banyak mendengar. Saya menemukan itu semua sangat menarik, apa yang terjadi.

“Saya kira sangat penting menjaga hati nurani dan terus menyadarkan mereka. Anda tidak bisa melupakan hal seperti itu. Anda menjadi lebih sadar tentang hal-hal itu sekarang. Ada harapan bahwa semua akan tenang. Sangat mengerikan kalau semua sekarang di luar kendali.”

Vettel menegaskan situasi Ukraina membuat konteks arti F1 lebih jelas. Ia tak masalah berbagi posisi dengan orang-orang di sana.

“Apakah seseorang mengemudi dengan cepat atau lambat, apakah mobil bagus atau tidak, itu semua sifatnya sekunder. Kami semua memiliki kehidupan yang tumbuh tanpa konfrontasi, tanpa perang. Ada fase itu di akhir 1990-an, tapi sejujurnya saya masih kecil kala itu. Jadi tidak terlalu memperhatikan atau mengerti,” pembalap 34 tahun itu mengungkapkan.

“Sekarang, ketika menyaksikan dan mendengar orang-orang dikirim ke garis depan dan menempatkan nyawa dalam bahaya, bahkan beberapa sudah meninggal. Itu sangat buruk.

Baca Juga !!!  Ziven Rozul : Sang Jawara Yang Kembali Pertahankan Tahtanya

“Sebagai manusia. Anda hanya bisa melihat seperti itu. Saya tidak akan mengerti jika Anda tidak bisa berbagi dalam pengertian itu.

“Bahkan jika, sebagai seorang atlet, Anda selalu diberitahu untuk tidak terlibat, tetapi untuk tetap berada di luar itu. Saya tidak punya masalah berbagi posisi saya dengan mereka.”

Mantan pilot Ferrari tersebut mengirimkan pesan, “Saya tidak bisa bicara untuk Eropa. Saya seperti orang Eropa lainnya. Dalam hal itu, saya sangat terguncang.

“Saya harap akan tenang, tapi beberapa orang tampaknya dirasuki oleh kegilaan. Mereka memiliki kebenaran dan realitasnya sendiri. Bahwa kemudian orang lain harus menderita karenanya dan dihukum dengan hidup mereka, itu tidak masuk akal.”

sumber : motorsport.com